Rabu, 14 November 2012

Di Balik Sebuah Nama


Terlahir sebagai seorang anak dari pasangan bapak Sunarto yang tampan dan ibu Ittaqillah yang menawan dengan nama Lindawati Anugrah adalah anugrah tersendiri. Hehehe (kalo bapak-ibu baca pasti kegeeran dah) :D Sudah hampir dua puluh dua tahun anak yang dulu bisanya cuma nangis ini ngerepotin keduanya. Anak yang kalo dibelikan es krim harus dua—buat tangan kanan dan kiri. Anak yang kalo minta mainan dan nggak dibeliin langsung ‘ngedeprok’ di depan tokonya. Anak yang kalo pas bapaknya gajian selalu minta ke studio foto buat berpose pake baju baru (yang ini beda banget sama yang sekarang). Anak yang pernah digerujuki air sampai gelagepan gara-gara suka main pasir. Anak yang gampang banget jatuh, boro-boro lari, jalan santai kayak di pantai aja sering jatuh. Stop… stop… nggak ada habisnya kalo ngomongin kejelekan diri sendiri. Heheh

Lindawati Anugrah.

Teringat masa-masa sekolah nih. Dulu banyak banget yang namanya ada unsur ‘Linda’ dan ‘Anugrah’ nya. Mari kita daftar: Faula Yulinda, teman sekelas di SD. Meilinda dan Linda Yuniar, kakak kelas. Nurmalinda, teman sepermainan dan teman sebangku pas di SMK. Anugrah Hayati, teman sekelas juga. Anugrah—lupa nama lengkapnya—yang ini cowok. Dan yang paling epic itu ya pas SMK. Namanya sampai bisa dirangkai jadi satu.

“Nurmalindawati Anugrah Hayati.”
Tiga orang dijadikan satu.

Oh, ada lagi. Yang ini sempat buat beberapa teman di dunia maya dan nyata heboh. Mereka dapat kabar dan undangan pernikahan dari seorang teman. Panggilan tenarnya “Oppa”. Yang mereka pikir adalah yang mau nikah itu Linda. Ya emang Linda sih, tapi kan yang tertulis bukan ‘Lindawati Anugrah’. (-.-)‘ Jadi hebohnya gara-gara gak ada angin gak ada hujan kok si Linda—saya—mendadak nikah? Nah loh. Mereka semua pada tanya:
“Beneran Lin, kamu mau nikah sama si Oppa?”
“Heeeh?” O.o
“Oh, bukan ya. Kukira Lindanya kamu.”
(Kalo dibaca lagi tweet yang pas itu, jadi ketawa sendiri eh. Ini cuma intinya aja ya)

Ehem. Jadi untuk mengurangi resiko salah kira, saya memilih untuk memakai nama pena Lindaisy. Kenapa? Tanpa mengurangi sedikitpun rasa terima kasih saya kepada kedua orang tua yang telah memberikan nama cantik itu untuk saya (berasa pidato penghargaan), saya mencoba untuk menggabungkan dua makna dalam nama pena tersebut.

Linda dan Daisy.

Tentunya masih tetap menggunakan unsur ‘Linda’ yang bisa diartikan ‘indah’. :D
Daisy diambil dari nama bunga kelahiran saya. Sekedar informasi, saya lahir di tanggal dua puluh delapan, bulan ke empat, tahun dua ribu sisa sembilan. Kali aja kan ada yang mau kasih kado. Hahaha. Bunga yang biasanya diberikan kepada seorang ibu sebagai ungkapan selamat atas kelahiran seorang anak ini memiliki makna kerendahan hati, kestabilan, kesucian, simpati dan keceriaan. Dengan harapan saya bisa menjadi pribadi seperti makna bunga tersebut. Nama adalah doa, kan? J

Terlepas dari semua cerita itu, saya masih seorang Linda. Jadi panggil aja begitu, ya.

Thanks for read this~
Lindaisy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar