Terlahir sebagai seorang anak dari pasangan bapak
Sunarto yang tampan dan ibu Ittaqillah yang menawan dengan nama Lindawati
Anugrah adalah anugrah tersendiri. Hehehe (kalo bapak-ibu baca pasti kegeeran
dah) :D Sudah hampir dua puluh dua tahun anak yang dulu bisanya cuma nangis ini
ngerepotin keduanya. Anak yang kalo dibelikan es krim harus dua—buat tangan
kanan dan kiri. Anak yang kalo minta mainan dan nggak dibeliin langsung
‘ngedeprok’ di depan tokonya. Anak yang kalo pas bapaknya gajian selalu minta
ke studio foto buat berpose pake baju baru (yang ini beda banget sama yang
sekarang). Anak yang pernah digerujuki air sampai gelagepan gara-gara suka main
pasir. Anak yang gampang banget jatuh, boro-boro lari, jalan santai kayak di
pantai aja sering jatuh. Stop… stop… nggak ada habisnya kalo ngomongin
kejelekan diri sendiri. Heheh
Lindawati Anugrah.
Teringat masa-masa sekolah nih. Dulu banyak banget
yang namanya ada unsur ‘Linda’ dan ‘Anugrah’ nya. Mari kita daftar: Faula
Yulinda, teman sekelas di SD. Meilinda dan Linda Yuniar, kakak kelas. Nurmalinda,
teman sepermainan dan teman sebangku pas di SMK. Anugrah Hayati, teman sekelas
juga. Anugrah—lupa nama lengkapnya—yang ini cowok. Dan yang paling epic itu ya
pas SMK. Namanya sampai bisa dirangkai jadi satu.
“Nurmalindawati Anugrah Hayati.”
Tiga orang dijadikan satu.
Oh, ada lagi. Yang ini sempat buat beberapa teman di
dunia maya dan nyata heboh. Mereka dapat kabar dan undangan pernikahan dari
seorang teman. Panggilan tenarnya “Oppa”. Yang mereka pikir adalah yang mau
nikah itu Linda. Ya emang Linda sih, tapi kan yang tertulis bukan ‘Lindawati
Anugrah’. (-.-)‘ Jadi hebohnya gara-gara gak ada angin gak ada hujan kok si
Linda—saya—mendadak nikah? Nah loh. Mereka semua pada tanya:
“Beneran Lin, kamu mau nikah sama si Oppa?”
“Heeeh?” O.o
“Oh, bukan ya. Kukira Lindanya kamu.”
(Kalo dibaca lagi tweet yang pas itu, jadi ketawa
sendiri eh. Ini cuma intinya aja ya)
Ehem. Jadi untuk mengurangi resiko salah kira, saya
memilih untuk memakai nama pena Lindaisy. Kenapa? Tanpa mengurangi sedikitpun
rasa terima kasih saya kepada kedua orang tua yang telah memberikan nama cantik
itu untuk saya (berasa pidato penghargaan), saya mencoba untuk menggabungkan
dua makna dalam nama pena tersebut.
Linda dan Daisy.
Tentunya masih tetap menggunakan unsur ‘Linda’ yang
bisa diartikan ‘indah’. :D
Daisy diambil dari nama bunga kelahiran saya. Sekedar
informasi, saya lahir di tanggal dua puluh delapan, bulan ke empat, tahun dua
ribu sisa sembilan. Kali aja kan ada yang mau kasih kado. Hahaha. Bunga yang biasanya
diberikan kepada seorang ibu sebagai ungkapan selamat atas kelahiran seorang
anak ini memiliki makna kerendahan hati, kestabilan, kesucian, simpati dan
keceriaan. Dengan harapan saya bisa menjadi pribadi seperti makna bunga
tersebut. Nama adalah doa, kan? J
Terlepas dari semua cerita itu, saya masih seorang
Linda. Jadi panggil aja begitu, ya.
Thanks for read this~
Lindaisy.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar